hobirsoleh

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

VISI MISI DAN PROGRAM DEWAN DAKWAH ISLAMIYAH INDONESIA

pada Mei 21, 2012

VISI

Dewan Da`wah mempunyai maksud dan tujuan di bidang sosial, kemanusiaan dan keagamaan, yakni terwujudnya tatanan kehidupan yang islami, dengan menghubungkan dan memajukan kualitas  da’wah di Indonesiaberasaskan Islam, taqwa dan keridlaan Allah Ta’ala. Atas dasar tujuan tersebut, dengan memperhatikan berbagai perkembangan yang ada, disusunlah visi Dewan Da’wah sebagai berikut: Dewan Da’wah ingin menjadi lembaga الى الله   الدعوة  yang kaffah dan berkualitas dalam semangat amal jama’i untuk kemaslahatan ummat yang berfungsi sebagai: pengawal aqiedah, penegak syari’ah, penjalin ukhuwah, pendukung keutuhan NKRI, dan pendukung terwujudnya solidaritas umat baik secara regional, nasional maupun internasional.

  MISI

Berdasarkan visi di atas disusun 10 Misi Dewan Da’wah, yaitu:

a)      Menanamkan aqidah shahihah;

b)     Menyebarkan pemikiran Islam yang bersumber dari Al Qur-an dan As-Sunnah dalam rangka mewujud-kan tatanan masyarakat yang islamy;

c)      Membendung pemurtadan, ghazwul fikri dan harakah haddamah dengan berbagai cara dan pendekatan;

d)     Menyiapkan du’aat untuk berbagai tingkatan sosial kemasyarakatan, termasuk di daerah tertinggal dan daerah perbatasan;

e)      Menyediakan dan meningkatkan sarana untuk peningkatan kualitas da’wah;

f)       Menghidupkan dan menggairahkan kelesuan da’wah di berbagai kegiatan da’wah serta mendorong lahirnya lembaga-lembaga da’wah dalam rangka membangun kekuatan da’wah;

g)      Mengkaji dan mendorong lahirnya ide-ide kreatif melalui penelitian dan pengkajian ilmiah, yang didukung dengan berbagai penerbitan yang berkualitas untuk mendorong peningkatan kualitas da’wah;

 PROGRAM

Untuk mencapai tujuan dan misi di atas, Dewan Da`wah merancang serangkaian program yang dioperasionalkan melalui berbagai instrumen-instrumen strategis kelembagaan, baik berbentuk bidang-bidang operasional, biro-biro, kelompok kerja, maupun badan-badan khusus yang terkoordinasi dalam satu struktur organisasi Dewan Da’wah. Instrumen-instrumen dimaksud adalah:

Bidang Organisasi dan Administrasi, yang bertugas merancang, menata, membina dan menyelenggarakan model dan sistem organisasi Dewan Da’wah yang sesuai dengan tuntutan, kebutuhan dan perkembangan zaman guna mewujudkan Dewan Da’wah sebagai organisasi da’wah yang profesional, produktif kreatif, dan antisipatif. Termasuk melakukan pembinaan organisasi Dewan Da’wah di tingkat propinsi dan kabupaten/Kota.

 Bidang Pemberdayaan Wilayah/ Daerah dan Kerjasama Dalam Negeri, bertugas merancang, menata, membina dan menyelenggarakan kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan Dewan Da’wah propinsi dan kabupaten/kota, terutama dari aspek organisasi dan program secara umum. Termasuk merancang, menata, membina dan menciptakan networking Dewan Da’wah dengan organisasi lain terutama dalam upaya memberdayakan potensi-potensi organisasi Dewan Da’wah.

 Bidang Da’wah dan Diklat, merancang, menata, membina dan menyelenggarakan kegiatan da’wah, pelatihan dan berbagai kursus bagi upaya pengembangan SDM da’wah yang berkualitas. Termasuk memberikan bimbingan dan pendidikan agama untuk masyarakat, bekerja sama dengan pusat-pusat pembinaan Rohani Islam (rohis) di berbagai kantor/ lembaga, baik pemerintah maupum swasta, masjid-masjid serta majlis taklim dan melakukan penempatan da`i diberbagai daerah terpencil, daerah perbatasan dan daerah transmigrasi, termasuk mengupayakan pemberian mukafaah dan kesejahteraannya. 

menyelenggarakan pemberdayaan seluruh aset yang menjadi milik Dewan Da’wah, baik yang berasal dari hibah maupun hasil membeli sendiri, sehingga  menjadi aset yang produktif dan berdayaguna serta dapat mendukung kegiatan Dewan Da’wah, baik yang dibangun sendiri maupun yang dibangun oleh pihak lain yang pengelolaanya diserahkan kepada Dewan Da’wah.

 Bidang Muslimat, merancang, menata, membina dan menyelenggarakan kegiatan Muslimat,  termasuk merancang dan melaksanakan model dan sistem organisasi Muslimat Dewan Da’wah yang sesuai dengan tuntutan, kebutuhan dan perkembangan zaman, terutama berkaitan dengan isyu gender yang dikembangkan oleh kalangan liberal dan sekuler. Selain kedelapan instrumen di atas, Dewan Da’wah juga memiliki instrumen pendukung, baik yang bersifat ilmiah, pendidikan, sosial maupun bisnis. Instrumen-instrumen dimaksud antara lain:

 Ø      Instrumen yang bersifat pendidikan, antara lain:

 Universitas Islam Mohammad Natsir (UNIM). Dalam upaya kaderisasi, Dewan Da’wah telah mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah Mohammad Natsir dengan kampus utama di Gedung Menara Da’wah, Kramat Raya 45 Sekolah Tinggi ini merupakan kelanjutan dari Lembaga Pendidikan Da`wah Islam (LPDI) yang telah berdiri sejak tahun 80-an namun masih terbatas pada program Diploma, kini  telah ditingkatkan menjadi program Strata1. Sekolah ini juga merupakan cikal bakal untuk berdirinya Universitas Muhammad Natsir yang sedang dalam persiapan pendirian.

 Pusdiklat Dewan Da’wah. Selain Universitas Islam Mohammad Natsir, Dewan Da’wah juga mendirikan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Dewan Da’wah, yang berlokasi di Tambun, Bekasi, Jawa Barat danMuslimatCenter yang berlokasi di Ciayung, Jakarta Timur.

 Ø      Instrumen yang bersifat sosial, antara lain:

 Komite Penanggulangan Krisis (KOMPAK) dengan berbagai program kegiatan sosial dan kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang mengalami musibah (seperti bencana alam) dan daerah-daerah minus, antara lain melalui pemberian sembako, penyaluran zakat, fitrah dan hewan korban, pembiayaan anak sekolah, penyaluran bantuan secara insidentil kepada fuqara dan masakin. Di samping itu, KOMPAK juga telah memberi bantuan kepada para korban konflik dan kekerasan di Ambon, Maluku Utara, Poso, Timor Timur, Ketapang, Kalimantan Barat dan Aceh. KOMPAK Dewan Da`wah juga telah mengirim bantuan untuk korban bencana alam di Bengkulu, Jawa Barat, Aceh, Sulawesi Selatan, Lampung, Banten dan DKI. Melalui KOMPAK. Sebagai wujud solidaritas ummat, KOMPAK telah mengirim delegasi dan bantuan kemanusiaan ke Palestina dan Afganistan.

 Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah (LAZIZ) Dewan Da’wah, telah disahkan oleh Menteri Agama RI untuk menerima dan menyalurkan zakat, infaq, shadaqah, hibah dan wakaf sebagai salah satu Badan Amal Dewan Da’wah yang bertugas menjembatani antara aghniya dengan fuqara dan masakin, sesuai dengan UU no. 38 tahun 1999 tentang  zakat. Dalam pelaksanaannya LAZIZ dilengkapi dengan berbagai program kegiatan sosial dan kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

 Ø      Instrumen yang bersifat bisnis.

 Untuk mendukung kegiatan da’wah di bidang pembiayaan, Dewan Da’wah mendirikan beberapa perusahaan, antara lain: penerbit dan toko buku Media Da`wah, percetakan Abadi, rumah makan, dan layanan Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah Dewan Da`wah (sejak 1998 dan mendapat sertifikat penghargaan DepartemenAgamaRI). Kemudian, pada tahun 2000 Dewan Da`wah yang disponsori oleh seorang dermawan, juga mendirikan Biro Perjalanan Wisata PT Hudaya Safari. Perusahaan ini, selain melayani perjalanan wisata dan tiketing,  juga melaksanakan pelayanan khusus ONH Plus. Biro perjalanan wisata ini sudah mendapat izin resmi dari MenteriAgamaRI. Disamping untuk da`wah, PT Hudaya Safari juga merupakan salah satu penunjang pendanaan bagi Dewan Da’wah, seperti halnya partisipasi modal Dewan Da`wah dalam beberapa usaha lainnya.  

i)        Mengembangkan jaringan kerjasama (networking) da’wah dan pengembangan ekonomi syariah serta koordinasi ke arah realisasi amal jama’i dan menyukseskan program da’wah di berbagai bidang kehidupan;

j)       Meningkatkan ukhuwah, persatuan dan kesatuan ummat dalam rangka mendukung keutuhan NKRI, dan terwujudnya solidaritas ummat Internasional dalam rangka turut serta mendukung perdamaian dunia;k)     Mengolah segala sumber dana da’wah dengan pemahaman investasi dan usaha-usaha ekonomi penunjang da’wah, serta menggerakkan partisipasi para aghniya secara halal, sah dan tidak mengikat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Nderson , D.W., Vault, V.D. & Dickson, C.E. 1999. Problems and Prospects for the Decades Ahead: Competency Based Teacher Education .Berkeley: McCutchan Publishing Co.

Saukah, A. & Waseso, M.G. (Eds.). 2002. Menulis Artikel untuk Jurnal Ilmiah (Edisi ke-4, cetakan ke-1).Malang: UM Press.

Russel, T. 1998. An Alternative Conception: Representing Representation. Dalam P.J. Black & A. Lucas (Eds.), Children’s Informal Ideas in Science (hlm. 62-84).London: Routledge.

Kansil, C.L. 2002. Orientasi Baru Penyelenggaraan Pendidikan Program Profesional dalam Memenuhi Kebutuhan Dunia Industri. Transpor , XX (4): 57-61.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: